PJJ ala Saya. Mungkinkah Merupakan Pembelajaran yang Menyenangkan dan Bermakna?


Mencegah Penyebaran Covid-19 

Sejak kemunculannya di kota Wuhan, virus ini menyebar ke penjuru dunia. Seakan ingin berkelana ke berbagai belahan dunia. Seakan ingin menunjukkan kesuperioritasannya, makhluk sangat kecil itu berhasil membuat dunia terhenyak dengan kehadirannya. Ribuan orang terinfeksi di kota asal kemunculannya, kemudian virus itu menyebar ke negara lain. Seakan tak terbendung. Bagaikan efek domino banyak nyawa bergelimpangan terkena virus itu. Virus bernama Corona ini menyebar melalui droplet atau percikan cairan yang keluar dari bersin penderita.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan bergerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut dengan memberikan instruksi agar sekolah diliburkan, tempat wisata ditutup dan para pegawai bekerja dari rumah. Semua ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran yang lebih banyak.

Berita mengenai PJJ kami terima pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2020 sehingga kami hanya bisa memberitahukan perihal tentang PJJ ini kepada orang tua murid melalui grup WA yang memang sebelumnya sudah terbentuk. Beruntunglah dengan kemajuan  tehnologi komunikasi, pemberitahuan yang mendadak tersebut dapat diatasi.

Di awal pelaksanaan PJJ ini guru tetap ke sekolah sedangkan siswa di rumah. Kemudian peraturan itu segera diubah setelah berlangsung dua hari.  Mengingat guru  juga mempunyai resiko terpapar penyebaran virus tersebut. Rabu tanggal 18 Maret 2020 guru dan siswa sama-sama  di rumah masing-masing. Guru bekerja dari rumah, siswa belajar dari rumah.

Pembelajaran Jarak Jauh 

Pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah kini beralih di rumah. Biasanya guru dan siswa dapat bertatap muka di dalam kelas kini tak dapat dilakukan secara langung.  Kemajauan tehnologi komunikasi yang semakin pesat memungkinkan semua itu terjadi. Sekarang ada fasilitas google classroom, zoom , teleconference dan lain sebagainya yang memungkinkan kita dapat bertatap muka walaupun dalam jarak yang jauh. Dengan menggunakan fasilitas aplikasi tersebut pembelajaran inovatif  dapat tercipta. Tehnologi memang memudahkan manusia dalam kehidupannya tetapi ada harga yang dibayarkan untuk mendapatkan semua itu. Untuk mengakses aplikasi itu semua diperlukan kuota internet yang tidak sedikit dan tidak semua orang tua murid mampu untuk membelinya. Alih-alih melakukan pembelajaran yang menyenangkan malah yang ada memberatkan.
Show must go on memakai aplikasi whataapps pun jadi. Bagaimana proses pembelajaran jarak jauh yang saya jalankan? Yuk simak cerita saya!

Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini Saya  menyapa orang tua dan  murid melalui voicenote.,memastikan anak sudah mandi dan sarapan. Kegiatan awal diisi dengan pembiasaan yang mengarah ke pembentukan karakter spritual misalnya membaca juzz amma dan melaksanakan shalat dhuha untuk yang beragama Islam. Kegiatan dilanjutkan dengan berolahraga pagi. Jika KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah biasa dimulai jam 06.30, untuk kegiatan PJJ ini saya memberikan waktu yang fleksibel. Pukul 07.30 saya mulai menyapa siswa -siswi untuk mempersiapkan diri dengan menanyakan apakah mereka sudah mandi dan sarapan, Setengah jam saya berikan waktu untuk melakukan pembiasaan seperti yang biasa dilakukan di sekolah yaitu membaca juzzamma dan shalat dhuha. Pukul 08.00 saya mulai memberikan materi.

Kegiatan Inti
Untuk kegiatan inti saya biasanya memberikan penjelasan terlebih dahulu melalui voicenote. Saya menjelaskan materi seakan-akan saya mengajar di depan kelas dan berhadapan dengan anak-anak.
Anak pun dapat memberikan responnya melalui voicenote. Saya tetap memberikan tugas untuk menulis seperti menjawab pertanyaan  berdasarkan teks bacaan yang terdapat di buku tematik mereka.Agar mereka tidak bosan saya juga sering memberikan soal-soal melalui aplikasi quizziz.
"Wah seru Bu kalau main quizziz." Kata mereka antusias. " Bu Guru , aku mau main quizziz lagi dong." Anak lainnya juga bercakap di voice note. Selain ini saya juga menggunakan aplikasi youtube dalam memberikan materi dengan mendownloadnya terlebih dahulu baru kemudian saya bagikan melalui whattapps grup. Saya tidak memberikan tugas terlalu banyak. Pukul 10 , saya selalu mengingatkan mereka untuk berjemur karena sinar matahari pagi jam sepuluh pagi sangat baik untuk daya tahan tubuh. Kegiatan lainnya yang saya berikan adalah memberikan tantangan kepada mereka untuk membantu ibu mereka memasak. Dengan kegiatan ini tercipta kerjasama antara orang tua dan anak. Anak juga diajarkan  untuk  melatih lifeskillnya. Saya  juga menghimbau anak untuk membantu pekerjaan orang tuanya di rumah. Sejauh ini tidak ada  hambatan untuk PJJ di kelas saya.Alhamdullilah tak aduan atau protes dari anak maupun orang tua.

Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, saya mereview kembali materi yang sudah diberikan  juga meminta umpan balik dari siswa melalui voicenote.
Demikianlah kegiatan PJJ yang saya lakukan. Mungkin tidak seinovatif teman-teman guru lainnya yang menggunakan berbagai aplikasi untuk kegiatan PJJnya. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita kembali ke sekolah. Tiada  yang lebih indah selain menatap mata penerus bangsa di kelas tercinta yang haus akan ilmu.
Berikut foto-foto kegiatan mereka di rumah.
pembiasaan shalat dhuha



pembiasaan membaca juz amma sebelum PJJ


Menggambar tentang virus Corona 
bermain quiziz

memasak olahan singkong
hasil olahan singkong 
belajar mengiris singkong 



belajar menggoreng 

masakan aku sudah jadi niih 

membuat kartu pos dari bahan yang ada di rumah 

memanfaatkan bahan yang ada di rumah untuk dibuat prakarya





Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Negara Maritim

Persendian dan Otot

Jarak ,Kecepatan dan Waktu