KBA Rumah Asri , Tempat Les Gratis yang Pengajarnya Satu Keluarga




Sri Esni Assri , perempuan paruh baya kelahiran Kota Bumi Lampung 53 tahun silam merupakan sosok ibu  inspiratif yang terpilih sebagai  salah satu finalis ibu-ibukota untuk kategori pendidikan  orangtua dan anak  usia dini. Seorang ibu yang menggagas sebuah wadah agar anak-anak usia sekolah punya kegiatan  yang  bermanfaat.  

Untuk lebih mengenal kiprah  ibu  inspiratif  ini penulis berkesempatan mengunjungi kediamannya  di Jalan Bekasi Timur  II  Rt 17 Rw 04 Kelurahan Rawa Bunga  Jakarta Timur.
Jalanan sekitar KBA Rumah Asri

Anak-anak bermain di luar  rumah sampai larut malam di perkampungan padat penduduk.  Rumah-rumah  sempit yang hanya sepetak yang terkadang diisi lebih dari empat anggota keluarga membuat mereka lebih senang bermain di jalan-jalan sempit sekitaran rumah mereka. Tak ada kegiatan yang dapat menambah wawasan pengetahuan mereka selain yang mereka dapatkan di sekolah, bahkan orang tua mereka membiarkan anak-anak remajanya nongkrong tak jelas di pinggir jalan.  Melihat keadaan seperti itu  membuat  Bu Asri  prihatin. Tercetuslah keinginannya  membuat tempat les di teras rumahnya. Dalam benaknya mungkin dengan adanya tempat les di rumahnya ,anak-anak tersebut akan mempunyai kegiatan yang bermanfaat.  
Apa yang dilakukan Bu Asri selanjutnya? Apakah niatnya itu langsung terwujud? Niatnya tersebut  diutarakan kepada dua anaknya Sarla dan Gufi. Tak disangka niatnya tersebut disambut baik bahkan kedua buah hatinya mau ikut mengajar nantinya. Tidak hanya kedua anaknya suaminyapun sangat mendukung keinginan tersebut sehingga semakin bulatlah tekadnya.  Ibu yang juga aktif  menjadi  petugas jumantik itu  segera mengajak  anak usia sekolah untuk  datang  ke rumahnya setiap Sabtu dan Minggu.  Beberapa tetangga  awalnya tidak percaya dengan tempat les gratis  yang digagasnya. Bagaimana kisah selanjutnya ?
Bulan Agustus di tahun  2015  , dimulailah kegiatan les Bahasa Inggris dan matematika di rumahnya. Sarla, putri pertamanya yang mengajarkan bahasa Inggris dan anak keduanya, Gufi  membantunya mengajarkan matematika. Antusiasme   anak-anak  mengikuti pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika cukup besar. Kurang lebih 25 anak  bermain dan belajar bersama keluarga yang suka berbagi tersebut. Beliau juga  kerap memberikan makanan atau minuman agar anak-anak lebih bersemangat belajar. 
Kegiatan Belajar di KBA Rumah Asri


Kelompok Belajar Anak Rumah Asri   demikian nama yang diberikan Sarla untuk tempat les tersebut. Lulusan  SMA 1 kota  Lampung  ini  sangat menyadari dunia anak adalah bermain sehingga beliau menerapkan belajar sambil bermain di kelompok belajarnya.  Tak hanya belajar dan bermain  Bu Asri juga sesekali mengajak anak-anak untuk mengunjungi tempat wisata atau mall. Di sana mereka dapat mempraktikkan keterampilan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris yang sudah didapat,  berinteraksi dengan bule yang mereka jumpai.  Bagaimana dengan biaya? Beliau  merogohnya dari kocek pribadi. “Alhamdullilah rejeki ada saja, terkadang ada teman-teman Sarla yang kasih donasi berupa buku, alat tulis atau makanan ” ujar beliau.Bahagia  ngeliat mereka antusias belajar ,semoga sedikit  ilmu yang kami berikan bermanfaat bagi mereka”. 

Tak hanya menebar ilmu , ibu yang aktif mengikuti  kegiatan sosial  sejak muda ini juga menanamkan pendidikan karakter di rumah belajarnya. Adab dan ilmu haruslah sejalan tuturnya. Sewaktu awal KBA ini berdiri , sempat kaget dirinya mendapati kata-kata kasar yang dilontarkan anak-anak dalam obrolan mereka tetapi lambat laun kebiasaan itu  hilang dengan nasehat yang selalu diberikan.
KBA Rumah Asri juga menjadi wadah untuk mengembangkan bakat anak dalam bidang seni seperti menyanyi dan menari.     
Meskipun beliau tidak memungut biaya sepeserpun kepada orangtua tetapi masih saja ada orang tua melarang anaknya untuk datang ke rumahnya. Bu Asri sangat menyadari pendidikan bukan saja tanggung jawab pemerintah tetapi peran masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan di suatu daerah. Ibu yang aktif sebagai team penggerak PKK ini sering menghimbau  ibu-ibu di lingkungan sekitar  untuk aktif memotivasi anaknya belajar. Tanpa bosan dan lelah beliau selalu mengajak anak-anak untuk datang ke rumahnya. “ Alhamdullilah kini tak ada lagi  remaja yang nongkrong tak jelas di pinggir jalan, mereka bebas menggunakan wifi di KBA Rumah Asri”, ujar ibu ini dengan senyum yang selalu tersungging dari bibirnya “mereka juga bisa mengembangkan bakat mereka di bidang musik” lanjutnya.    

Semangat Bu Asri dalam menebarkan kebaikan memang patut diapresiasi. Tidak saja kepada keluarganya  , virus kebaikan itu  menular juga kepada lingkungan sekitar. Kini tidak hanya keluarganya yang menjadi pengajar  di KBA  tetapi ada beberapa remaja yang juga ikut andil menebarkan ilmu. Kota Jakarta dapat menghadirkan lingkungan sekitar  yang  humanis dan harmonis tak lepas dari   sentuhan tangan  halus seorang ibu  yang bekerja dalam senyap di antara bisingnya kehidupan kota Metropolitan. Mereka perlu diapresiasi , mereka perlu didukung karena tidak akan ada sebuah ibukota tanpa kehadiran ibu.  Ikuti #AksiHidupBaik lainnya di akun youtube dan  Instagram  @Ibu.Ibukota. 







Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Negara Maritim

Persendian dan Otot

Jarak ,Kecepatan dan Waktu